FOKUS CAPAIAN KINERJA, PIMPINAN TANAMKAN BUDAYA MALU DAN FOKUS SIDANG TERPADU
FOKUS CAPAIAN KINERJA, PIMPINAN TANAMKAN BUDAYA MALU DAN FOKUS SIDANG TERPADU
Jayapura, 29 April 2025 – Dalam rangka menanamkan budaya kerja dan anti korupsi, Pengadilan Agama (PA) Jayapura hari ini (Selasa, 29/04) kembali menggelar Aksi Gerakan Anti Sampah, Anti Gratifikasi, Briefing dan Do'a (GRATIS BRO). Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIT di halaman depan kantor. Ikut aktif dalam aksi ini Pimpinan, Hakim, Panitera, Sekretaris dan seluruh aparatur PA Jayapura lainnya. Seluruhnya bekerjasama dan aktif memulai kegiatan tersebut dengan membersihkan sampah dan menata taman di area luar gedung PA Jayapura.

Selang 10 menit, Briefing dan Do’a (BRO) pagi kemudian dimulai dan dipimpin oleh Ketua PA Jayapura, Zaenal Ridwan Puarada, S.H.I., M.H. Ketua di awal briefing mengingatkan kepada seluruh Aparatur soal 10 budaya malu PA Jayapura. “Seluruh Aparatur PA Jayapura harus mempunyai rasa malu sebagaimana yang termuat dalam 10 Budaya Malu yang sering kita ucapkan. Salah satunya seperti malu kalau terlambat datang masuk kantor”, tegas Beliau.

Selanjutnya giliran Panmud Permohonan Edi Rosadi Mello S.H., M.H. menggelorakan semangat pagi yang diikuti seluruh peserta.
Sesi briefing dilanjutkan oleh Wakil Ketua PA Jayapura, Dr. Muh. Nasikhin, S.H.I., M.H. Pembinaan awal yang Beliau sampaikan mengenai pentingnya regenerasi. “Pengucapan Semangat yang dipimpin Pak Edi Mello harus diteruskan sebagai bentuk regenerasi. Ke depan pengucapan yang sebenarnya adalah semangat pagi, bukan selamat pagi”, ungkapnya.

Lebih lanjut Muh. Nasikhin juga menegaskan kepada bagian kepaniteraan untuk fokus dan meningkatkan koordinasi dalam penyelesaian indikator kinerja Sidang Terpadu. “Mohon Panitera dan jajarannya agar aktif berkomunikasi dengan bagian terkait dalam kegiatan sidang terpadu yang harus terlaksana Mei", tegas Wakil Ketua. Briefing ini pun kemudian ditutup dan seluruh aparatur PA Jayapura pun saling berjabat tangan dan saling bertegur sapa sebagai bentuk tingginya rasa kebersamaan dan saling kepedulian diantara mereka.






