KEPEMIMPINAN EFEKTIF DI PENGADILAN
KEPEMIMPINAN EFEKTIF DI PENGADILAN

Warga Peradilan Agama menyelenggarakan Ngaji Bareng Peradilan Agama secara Online/Daring dengan menghadirkan Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H. (Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI) sebagai narasumber dengan tema “Kepemimpinan Efektif di Pengadilan”. (minggu, 19/6/2022)
Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 400 hakim di lingkungan peradilan agama melalui zoom dan juga disiarkan secara langsung melalui channel youtube.
Bapak Aco Nur dalam kegiatan tersebut menyampaikan pokok-pokok pemikirannya, diantaranya adalah:
- Setiap tantangan yang dihadapi pemimin pada suatu masa itu menjadi peluang besar baginya membawa organisasi yang kesuksesan dengan perubahan yang besar.
- Komitmen bersama harus diwujudkan dalam membangun sebuah organisasi agar bisa tumbuh besar secara produktif dan dinamis.
- Semua Pemimpin suka terhadap kemajuan, artinya tak ada pemimpin yang tidak suka terhadap kemajuan yang dilakukan anggotanya.
- Perlu semangat dan keberanian besar bagi pemimpin sebagai strategi mendobrak dan membawa organisasi yang ingin tumbuh menjadi besar.
- Motivasilah diri anda dengan bergabung dan mendukung visi-misi pemimpin, niscaya orang akan mengetahui, mengerti, mengenal kemampuan dan skill anda.
Nur Muhammad Huri, S.HI. (Hakim Pengadilan Agama Jayapura) yang mengikuti kegiatan tersebut saat dihubungi (15/6/2022) sesaat setelah mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan bahwa
Belajar seni kepemimpinan sangat berguna bagi pemimpin dalam meminpin sebuah organisasi agar memahami teori kepemimpinan sehingga bisa menjalankan peran sebagai pemimpin dengan lebih efektif.
Muhammad Huri juga menjelaskan bahwa pemimpin harus mempunyai kemampuan untuk mengelola SDM dan mengembangkan kemampuan talenta yang dimiliki oleh orang yang dipimpin. Pemimpin bertugas sebagai petunjuk arah, motor penggerak perubahan, juru bicara, motivator dan juga mentor. Oleh sebab itu, Pemimpin harus tersu belajar agar gaya kepemimpinannya dapat memberi memberi pengaruh yang positif kepada pengikut atau anggotanya.





